Sosok Ahmad Zaki Ali, Relawan yang Wafat Saat Jalankan Misi Kemanusiaan di NTT

portalindonesia.id

Ahmad Zaki Ali (41), pendiri Yayasan Gerak Bareng sekaligus relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)
Ahmad Zaki Ali (41), pendiri Yayasan Gerak Bareng sekaligus relawan kemanusiaan yang meninggal dunia saat menjalankan misi membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)

JAKARTA – Kepedulian Ahmad Zaki Ali terhadap masyarakat membuat sosok relawan kemanusiaan Gerak Bareng itu meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya.

Ahmad Zaki dikenal sebagai pribadi yang selalu berupaya hadir dan membantu setiap kali bencana maupun musibah terjadi.

Salah satu rekan relawan, Janton, mengatakan Ahmad Zaki merupakan sosok muda yang rendah hati dan memiliki kepedulian luar biasa.

Menurutnya, hampir setiap kali terjadi bencana, baik di Jakarta maupun di daerah lain di Indonesia, almarhum berupaya untuk hadir memberikan bantuan.

“Almarhum ini anak muda yang humble, yang memang kepeduliannya luar biasa. Setiap ada bencana, baik di lokal dalam Jakarta sampai ke luar, beliau akan selalu hadir ketika bencana itu ada di Indonesia,” ujar Janton di rumah duka di Jalan Al Islamiyah, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu.

Janton menuturkan, Ahmad Zaki juga kerap memotivasi anggota komunitas untuk segera bergerak ketika terjadi bencana.

“Kita memang kalau setiap ada bencana, kita sudah prepare, baik fisik, logistik, dan bantuan-bantuan yang memang bisa kita bawa, kita bawa,” katanya.

Selain aktif dalam penanganan bencana, Ahmad Zaki juga disebut banyak merintis kegiatan dan lembaga kemanusiaan.

Salah satu hal yang paling dikenang Janton adalah kepedulian almarhum terhadap anak-anak punk dan anak jalanan di Jakarta.

Menurut Janton, Ahmad Zaki tidak hanya mengajak mereka melakukan kegiatan sosial, tetapi juga memberikan edukasi serta mengarahkan mereka untuk terlibat dalam aksi-aksi kebaikan.

“Yang saya sangat terharu, dia mengajak anak-anak punk itu untuk melakukan kebaikan-kebaikan juga,” tuturnya.

Janton menyebut kiprah Ahmad Zaki sebagai relawan telah berlangsung cukup lama. Bahkan, aktivitas kemanusiaannya disebut telah dimulai sejak bencana tsunami Aceh.

Sementara itu, Didin Wahyudin juga mengenang Ahmad Zaki sebagai sosok yang selalu hadir ketika masyarakat mengalami musibah.

Ia mengaku mengenal almarhum setelah anaknya, Harun Ar-Rasyid, menjadi korban dalam sebuah kerusuhan pada 2019.

Sumber: WartaKota (Yolanda Putri Dewanti)

Bagikan

Baca juga