SAMARINDA – Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat menggelar Salat Istisqa di Samarinda.
Salat dengan tujuan utama memohon hujan digelar di Masjid Nurul Mu’minin, Jalan Gunung Arjuna, Kelurahan Jawa, Samarinda, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ustaz Sutanil Fadhlan Ma’ruf, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Darul Falah Samarinda. Sejumlah kepala perangkat daerah, pejabat Pemprov Kaltim, ASN, dan masyarakat turut mengikuti ibadah serta memanjatkan doa agar hujan segera turun di Kalimantan Timur.
Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim, Puguh Harjanto, mengatakan kondisi kemarau yang berlangsung saat ini menjadi perhatian bersama. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama terkait semakin terbatasnya ketersediaan air serta mengeringnya sejumlah lahan.
BACA JUGA: Ajaib, Shalat Istisqa’ Warga Kampung ini Langsung Dijawab dengan Hujan
“Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi kita bersama. Sebagai pemerintah, kami terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani dampak yang ditimbulkan,” ujar Puguh Harjanto dalam pernyataan resmi dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurut dia, upaya menghadapi musim kemarau tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah pemerintah. Masyarakat juga diajak memperkuat ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa dan melakukan introspeksi diri.
“Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berkumpul untuk menundukkan hati, bermuhasabah, memohon ampun atas segala kekhilafan dan memohon pertolongan kepada Allah SWT,” katanya.
Melalui Salat Istisqa, Pemprov Kaltim bersama masyarakat berharap hujan segera turun secara cukup dan merata di berbagai wilayah Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Dampak Kemarau Panjang: Distribusi Air Bersih di Ujoh Bilang Mahulu Ikut Tersendat, Begini Upaya PUPR
Hujan diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan air yang mulai dihadapi masyarakat, mengisi kembali sumber-sumber air, menyuburkan lahan, serta membantu petani menjaga tanaman di tengah musim kemarau.
“Kita sangat berharap ketika Allah SWT menurunkan hujan, bukan hanya masyarakat yang mengalami kesulitan air yang terbantu, tetapi juga menjadi berkah bagi tanah-tanah yang kering, mengisi kembali sumber-sumber air, memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu para petani dan menjaga tanaman,” jelasnya.
Meski demikian, Puguh menegaskan hujan yang diharapkan adalah hujan yang membawa manfaat dan rahmat, bukan hujan dengan intensitas ekstrem yang berpotensi memicu bencana.
“Semoga hujan yang kita nantikan menjadi hujan yang bermanfaat, tidak menyebabkan banjir, tetapi menjadi hujan yang membawa rahmat bagi kita semua,” harapnya.
Selain memanjatkan doa, Pemprov Kaltim juga mengajak masyarakat untuk tetap melakukan ikhtiar nyata selama musim kemarau, termasuk menjaga lingkungan dan menghemat penggunaan air.
Puguh mengingatkan, kondisi cuaca kering juga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kebakaran yang dapat memperburuk dampak musim kemarau.
Ia berharap Kalimantan Timur senantiasa dijauhkan dari berbagai dampak buruk kekeringan, kekurangan air, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Semoga Allah SWT mengangkat kesulitan yang kita alami, memberikan kecukupan air, menjaga Kalimantan Timur dari kekeringan dan kebakaran, serta menjaga keselamatan, kesehatan dan keberdayaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya
Sumber: Nomorsatu Kaltim






