Kabut Asap Tipis dari Kalsel Mulai Selimuti Balikpapan

portalindonesia.id

Kota Balikpapan mulai diselimuti kabut asap. (Foto: Rizky Siswanto/PortalIndonesia.id
Kota Balikpapan mulai diselimuti kabut asap. (Foto: Rizky Siswanto/PortalIndonesia.id

Balikpapan – Sudah hampir tiga hari terakhir, langit pagi di Kora Balikpapan sudah tak lagi secerah sebelumnya, gedung-gedung di Kota Balikpapan sudah mulai terlihat berkabut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meskipun demikian, asap itu bukan berasal dari kebakaran lahan yang juga kerap terjadi di Balikpapan, ataupun asap dari Karhutla yang terjadi di daerah lainnya di Kalimantan Timur, melainkan dari provinsi lainnya.

Kepala BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono mengatakan, berdasarkan rekaman citra satelit, asap yang masuk di Kota Balikpapan justru berasal dari Kalimantan Selatan.

“Kalau pantauan kami sekarang, memang ada beberapa titik-titik yang sudah masuk untuk asap, tapi kabut asapnya ini tidak parah, dan ini dari Kalimantan Selatan,” jelas  Djoko. 

Asap ini datang dari Kalimantan Selatan disebabkan faktor geografis, serta arah angin, di mana angin bertiup mengarah utara Pulau Kalimantan. Sehingga asap yang dari Kaltim juga justru menyebar ke provinsi lainnya yang ada di utara.

“Bahkan untuk asap yang dari Berau, terpantau sudah sampai Malaysia,” ungkapnya.

Hal ini membuat Balikpapan masih dalam kategori aman meski terdampak kabut tipis sehingga masyarakat masih bisa bebas menghirup udara tanpa menggunakan alat pelindung berupa masker.

Berdasarkan data yang pernah di tampilkan BMKG, Balikpapan masih berwarna hijau, berbeda dengan daerah lainnya seperti Kubar, Kukar, dan lainnya yang sudah berwarna oren.

“Tapi yang paling parah itu berada di Berau, bahkan ada penerbangan yang harus di alihkan,” ujarnya.

Pengalihan penerbangan ini disebabkan minimnya visibilitas, bila di Balikpapan jarak pandang masih tembus sekitar 8 hingga 10 meter, di Berau jarak pandang hanya sekitar 3,5 meter. Hal ini disebabkan sulitnya memadamkan api yang ada di sana.

“Kami salut untuk di Balikpapan, selalu sigap api tidak pernah sampai membesar,” tuturnya.

Meskipun dikatakan aman, Djoko menyatakan pihaknya akan terus memantau pergerakan asap, tidak hanya di daerah yang cukup parah, namun juga dilakukan yang masuk zona hijau.

Sumber: Korankaltim.com

Bagikan

Baca juga