Pengamat kebijakan publik, Antonius S. Boediono menghubungkan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya dengan pasukan pengamanan masyarakat swakarsa atau pamswakarsa
Hal tersebut diungkapkan Boediono menanggapi dugaan GRIB Jaya terlibat kerusuhan di Pejompongan, Jakarta, saat demonstrasi pada Kamis 27 Agustus 2026.
“Setelah Pamswakarsa besutan Orde Baru maka muncullah GRIB besutan @prabowo,” kata Boediono dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (29/8/2026).
Pamswakarsa sendiri ialah kelompok sipil yang dibentuk ABRI di masa Presiden ke-2 Soeharto. Mereka kerap ditugasi membendung demonstrasi kala itu.
Menrut Boediono, meski namanya berganti, orangnya masih sama.
“Hanya ganti nama saja. Orangnya sama,” ujar Boediono.
Prabowo Ketua Dewan Pembina
Presiden Prabowo Subianto memang kerap dihubungkan dengan GRIB Jaya. Bahkan, Prabowo mernah meresmikan kantor DPP GRIB pada 20 Mei 2012.
GRIB Jaya sendiri merupakan ormas besutan Hercules Rosario Marshal alias Hercules. Hingga kini masih dipimpin Hercules.
Prabowo sendiri berstatus sebagai Ketua Dewan Pembina GRIB Jaya.
Pada 2025, Prabowo sempat diisukan mundur dari Ketua Dewan Pembina GRIB Jaya. Namun belakangan dikonfirmasi hoaks.
“Kami ingin mengklarifikasi bahwa informasi yang menyebutkan adanya surat pernyataan yang mengeklaim bahwa Bapak Prabowo Subianto mundur dari kepengurusan pusat DPP GRIB Jaya adalah hoaks yang tidak benar,” lata Kabid Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya Marcel Gual dalam keterangan resminya di Instagram @gribjaya_id.
Marcel mengatakan, Prabowo memang bukan pengurus. Melainkan Ketua Dewan Pembina GRIB Jaya.
“Penting untuk dicatat, dalam struktur organisasi Grib Jaya, Pak Prabowo tidak pernah berada di kepengurusan pusat DPP Grib Jaya, melainkan sebagai ketua dewan pembina,” terang Marcel
GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan
Di media sosial, sejumlah narasi menyalahkan GRIB Jaya sebagai biang kerusahan demonstrasi di Jakarta beredar.
Seperti unggahan akun X@netizenledger. Akun itu mengunggah sebuah video yang menunjukkan kondisi kerusuhan pada 27 Agustus 2026.
“Tampak 5 truk dari GRIB terbakar, 1 diantaranya terguling & hangus, ketika situasi unjuk rasa utama sudah mulai diredam aparat, intervensi ormas GRIB membawa senjata tumpul kayu/bambu justru memicu bentrokan horizontal dengan massa yang merasa terancam & diserang malam 27/8/2026,” tulis akun tersebut dikutip Sabtu (29/8/2026).
Unggahan lain, seperti yang diunggah akun X @bismillahyuk_, menunjukkan video sekelompok massa di jalan raya membawa tongkat kayu dan bambu. Lokasinya disebut berada di kawasan Slipi.
“Nah ini massa GRIB yang membawa bambu di sekitar Slipi Jaya,” tulis akun tersebut.
GRIB Jaya melalui kuasa hukumnya, Wilson Colling, menegaskan secara kelembagaan GRIB Jaya tidak terlibat dalam aksi kericuhan tersebut.
“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Wilson kepada jurnalis, Jumat (28/8).
Wilson mengatakan, Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules tidak pernah memberikan instruksi kepada anggota organisasi untuk mengikuti demonstrasi pada Kamis malam.
Dia menegaskan, Hercules justru meminta anggotanya tak terlibat dalam aksi demonstrasi.
Arahan tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan GRIB Jaya terhadap aparat penegak hukum (APH) yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan masyarakat.
“Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah,” tegasnya.
Dia mengatakan GRIB Jaya akan senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan Jakarta.
“Untuk menjaga keamanan ketertiban adalah kita semua, termasuk GRIB juga menjaga kenyamanan, ketertiban untuk Jakarta yang damai, aman, dan nyaman,” terangnya
Sumber: Fajar.co.id






