Kasus Wamenaker Noel Dinilai Momentum Tepat Prabowo Reshuffle Kabinet

portalindonesia.id

IMMANUEL EBENEZER - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mengacungkan dua jempol dan mengepal tangannya ke atas, saat memasuki ruang konferensi pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat sore (22/8/2025). Noel diperkenalkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)
IMMANUEL EBENEZER - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mengacungkan dua jempol dan mengepal tangannya ke atas, saat memasuki ruang konferensi pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat sore (22/8/2025). Noel diperkenalkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 (Tribunnews.com/ Danang Triatmojo)

JAKARTA – Pengamat komunikasi politik The London School of Public Relations (LSPR Communication & Business Institute), Ari Junaedi, menilai penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi momentum tepat bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle kabinet.

Noel ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemnaker.

Atas perbuatannya, Noel dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Menurut Ari, reshuffle kali ini bukan hanya soal bersih-bersih, tetapi juga menyangkut efisiensi anggaran dan konsolidasi politik.

Ia menyoroti keberadaan wakil menteri yang dinilainya tidak terlalu diperlukan.

“Keberaadaan Sekjen, Dirjen di lingkup kementerian sudah lebih dari cukup,” kata Ari kepada Tribunnews.com, Jumat (22/8/2025).

Ari berpendapat, kehadiran wamen hanya memberatkan keuangan negara dan berpotensi menciptakan disharmonisasi dengan menteri.

“Bayangkan selama 10 bulan Noel menjabat Wamenaker paling kerjanya hanya sibuk mendatangi perusahaan yang menahan ijazah karyawan,” tegasnya.

Dia menyebut, pelimpahan tugas seperti itu seharusnya dilakukan dinas provinsi di masing-masing provinsi atau kabupaten.

“Sepertinya Wamen kurang kerjaan dan hanya mencari panggung mirip selebritas,” ungkap Ari.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi seluruh posisi wakil menteri

Jika seluruh posisi itu dilucuti, anggaran gaji, tunjangan, dan fasilitas yang selama ini dikucurkan dapat dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, atau mendukung program makan bergizi gratis yang tengah disiapkan pemerintah.

Dari sisi politik, reshuffle dinilai penting untuk konsolidasi Prabowo sekaligus mempertegas kepemimpinannya.

Ari meminta Prabowo tidak perlu khawatir dengan reaksi partai politik yang kehilangan posisi wamen, karena dukungan terhadap pemerintahannya saat ini tergolong kuat

“Reshuffle dibutuhkan juga bagi Prabowo untuk memutus bayang-bayang dari pengaruh Jokowi, seperti yang dianggap publik selama ini,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo telah resmi memberhentikan Noel dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

“Untuk menindaklanjuti hal tersebut bapak Presiden telah menandatangani keputusan presiden tentang pemberhentian saudara Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan,” kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).

Ia menegaskan, seluruh proses hukum diserahkan sesuai ketentuan. Sebaliknya, ia meminta semua anggota kabinet merah putih untuk belajar dari masalah yang dialami Ebenezer.

“Selanjutnya kami menyerahkan seluruh proses hukum untuk dijalankan sebagaimana mestinya dan kami berharap ini menjadi pembelajaran bagi kita semuanya terutama bagi seluruh anggota kabinet merah putih dan seluruh pejabat pemerintahan,” ujarnya.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM (Fersianus Waku)

Bagikan

Baca juga