Polri Limpahkan Kasus Tewasnya Affan Kurniawan ke Bareskrim

portalindonesia.id

Karowabprof Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Agus Wijayanto. (Beritasatu.com/M Aulia Rahman)
Karowabprof Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Agus Wijayanto. (Beritasatu.com/M Aulia Rahman)

Jakarta – Kasus tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob kini dilimpahkan ke Bareskrim Polri. Langkah ini dilakukan setelah gelar perkara terkait insiden tersebut, Selasa (2/9/2025).

“Hasilnya direkomendasikan untuk dilimpahkan yang adanya unsur melakukan tindak pidana ke Bareskrim Polri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (3/9/2025).

Pelimpahan ini merupakan tindak lanjut penanganan kasus, dengan pendalaman dugaan pelanggaran etik dan tindak pidana dilakukan secara bersamaan.

Dalam proses Sidang Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP), sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) telah dijatuhkan kepada anggota Brimob, Kompol Kosmas Kaju Gae terkait insiden tewasnya Affan Kurniawan.

“Pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH sebagai anggota Polri,” tegas ketua majelis etik saat sidang di Jakarta.

Divisi Propam Polri terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa saksi, salah satunya orang tua korban, Bapak Zulkifli. Selain itu, dokumentasi video, foto dari media sosial, dan surat visum et repertum turut dianalisis untuk mengelompokkan peristiwa menjadi pelanggaran berat dan sedang.

Dua anggota Brimob masuk kategori pelanggaran berat, yaitu Danyon Resimen IV Korbrimob Polri, Kompol K, yang duduk di sebelah kiri pengemudi, dan Bripka R, Basad Brimob Polda Metro Jaya selaku pengemudi rantis.

Kelima anggota lain yang duduk di belakang, termasuk kategori pelanggaran sedang, yakni Aipda MR, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka YD.

“Untuk kategori pelanggaran berat dapat dituntut PTDH. Sedangkan kategori sedang bisa dikenai sanksi seperti demosi, penundaan pangkat, atau penundaan pendidikan, sesuai fakta di sidang KKEP,” jelas Karowabprof Divisi Propam Polri, Brigjen Pol Agus Wijayanto.

Pelimpahan kasus ke Bareskrim Polri diharapkan mempercepat proses penyidikan tindak pidana, sekaligus menegakkan disiplin dan akuntabilitas anggota Polri terkait insiden yang terjadi saat demonstrasi beberapa waktu lalu.

Sumber: Beritasatu.com

Bagikan

Baca juga