Tarakan – Baru tiga hari berada di ruang tahanan, SRS (42), tahanan perkara penganiayaan, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Rutan Polsek Tarakan Barat, Rabu (16/9) pagi.
Polisi masih memeriksa sejumlah petunjuk untuk memastikan penyebab kematian pria yang diketahui bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut.
SRS sebelumnya dilaporkan dalam perkara penganiayaan pada Sabtu (12/9). Sehari kemudian, Minggu (13/9), ia ditempatkan di Rutan Polsek Tarakan Barat bersama dua tahanan laki-laki lainnya.
Kapolres Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas Iptu Rusli mengatakan, SRS pertama kali diketahui dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh rekan satu selnya.
“Teman satu sel yang pertama kali melihat. Saat itu SRS sudah tergeletak di kamar mandi, kemudian tahanan tersebut meminta bantuan kepada temannya dan melaporkan kejadian itu kepada petugas jaga,” kata Rusli, Kamis (17/9).
Petugas kemudian mendatangi sel dan mengevakuasi SRS ke RSUD dr H Jusuf SK Tarakan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak rumah sakit menyatakan SRS telah meninggal dunia.
“Waktu ditemukan memang tidak sadarkan diri, tapi untuk dinyatakan meninggal dunia memang harus dari pihak medis,” tuturnya.
Rusli menjelaskan, kamar mandi berada di dalam sel yang dihuni tiga tahanan. Area tersebut memiliki sekat setengah badan. Sehingga bagian dalam kamar mandi tidak sepenuhnya terlihat dari tempat tahanan lainnya.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Temuan itu kini menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan. Polisi menduga terdapat percobaan bunuh diri, namun belum menetapkannya sebagai penyebab kematian.
“Di lokasi ditemukan sarung di bagian atas bekas pintu kamar mandi. Dugaan sementara mengarah ke percobaan bunuh diri. Tapi kami tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena penyebab kematian harus dipastikan dari hasil pemeriksaan medis dan forensik,” jelas Rusli.
Selain itu, polisi akan meminta keterangan dari pihak keluarga untuk melengkapi penyelidikan.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian SRS. Dugaan percobaan bunuh diri masih menjadi dugaan awal berdasarkan temuan di lokasi. Kepastian penyebab kematian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.
“Penyebab pastinya belum bisa kami sampaikan sebagai kesimpulan. Dugaan sementara memang mengarah ke percobaan bunuh diri. Tetapi hasil pemeriksaan medis dan forensik tetap menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematiannya,” pungkas Rusli.
Sumber: Beraupost





