Polda Metro Jaya mengungkap motif pria berinisial RS (44) yang menendang seorang perempuan di area makan Mall Senayan City, Jakarta Pusat. Polisi menyebut RS melakukan aksi tersebut karena merasa terganggu oleh keberadaan korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa RS terkait kejadian yang terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.
Dari hasil penyidikan, pelaku tak terduga merasa terganggu dihalangi korban, kata Budi, Minggu (20/9/2026).
Di tengah kasus tersebut, muncul pula berbagai komentar di media sosial yang menyebutkan korban diduga hendak mencopet pria yang berada di dekatnya sebelum ditendang.
Namun, Budi membantah informasi tersebut. Ia memastikan kabar yang menyebut korban ingin melakukan pencopetan tidak benar.
“Berita bohong itu,” ujar Budi.
RS Tidak Bekerja dan Tinggal Bersama Orang Tua
Budi juga mengungkap kondisi RS berdasarkan hasil pemeriksaan polisi. Pria tersebut diketahui masih tinggal bersama orang tuanya dan saat ini tidak memiliki pekerjaan.
“Hasil pemeriksaan masih tinggal bersama orang tua dan tidak bekerja,” ungkap Budi.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV yang menampilkan seorang pria menendang perempuan dari arah belakang tersebar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, korban terlihat sedang mengantre makanan. Tanpa diduga, RS datang dari arah belakang dan tendangan korban hingga terjatuh.
Polisi kemudian menyetujui video yang beredar tersebut dengan melakukan penyelidikan. RS akhirnya diamankan Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB.
Setelah menjalani pemeriksaan, RS ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjeratnya dengan Pasal 466 KUHP tentang enkripsi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk korban, saksi di lokasi, dan pihak manajemen mal. Penyidik juga menganalisis rekaman CCTV untuk memastikan rangkaian kejadian yang terjadi.
Sumber: Inilah.com






